Jumat, 31 Agustus 2012

Misteri Harta Karun Nabi Sulaiman AS

0 komentar

Pada hari elasa, 6 Februari 2007, Zionis-Israel telah secara terang-terangan memulai proyek penghancuran Masjidil Aqsha yang merupakan masjid tersuci ketiga bagi umat Islam sedunia.

Jika sebelumnya kaum Zionis ini melakukan hal tersebut secara diam-diam, bahkan menyangkalnya dengan berbagai dalih, namun di hari kedua bulan Februari ini mereka telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka memang berniat menghancurkan masjid yang pernah menjadi kiblat pertama bagi kaum Muslimin.

Upaya Zionis-Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsha sudah lama diketahui dunia. Keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha juga telah menjadi rahasia umum. Hanya saja, apa dasar ideologi dan maksud-maksud tersembunyi di balik penghancuran Masjidil Aqsha dan pendirian Haikal Sulaiman tersebut, hal ini masih menjadi pertanyaan besar.

Klaim Sepihak
Haikal Sulaiman diyakini dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babylonia menginvasi Yerusalem dan menghancurkan kuil tersebut.
Setelah itu, tentara Persia yang dipimpin Cyrus merebut Yerusalem dari tangan Babylonia dan membangun kembali Haikal Sulaiman.

Tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Yerusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman rata dengan tanah.

Abad demi abad terus berjalan, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya.
Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, memori ini menemukan momentumnya dan Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi Diaspora berbondong-bondong memenuhi Tanah Palestina yang disebutnya sebagai Tanah Perjanjian.

Atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan bahwa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dari dunia. Bukan Makkah, bukan pula Vatikan. Haikal Sulaiman-lah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa. Keyakinan ini bukanlah berangkat tanpa landasan.

Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (The Christ) akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia.

Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina. Namun hal ini menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.

Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Mengenai benar tidaknya lokasi bekas reruntuhan Kuil Sulaiman tepat berada di bawah Masjidil Aqsha, para sejarawan masih berbeda pendapat. Beberapa peneliti bahkan meyakini bahwa wilayah bekas berdirinya Kuil Sulaiman tersebut sesungguhnya berasa di luar kompleks Masjidil Aqsha sekarang ini.

Sejak menjajah Yerusalem di tahun 1967, kaum Zionis selalu berupaya merusak Masjidil Aqsha. Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan tengah melakukan riset arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar pondasi masjid menjadi rapuh. Akibatnya sekarang ini banyak pondasi masjid yang sudah rapuh dan jika ada gempa bumi sedikit saja maka bukan mustahil Masjidil Aqsha bisa runtuh.

Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Mereka tidak lagi mengeluarkan dalih macam-macam. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?

Memperdaya Pemeluk Kristen
Guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.

Bahkan Injil versi King James sebagai Injil resmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah sama sebangun dengan kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu keras permusuhannya terhadap Kristen dan Yesus.

Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan seutuhnya. Kaum Yahudi menggiring opininya bahwa Maranatha tidak akan terjadi sebelum Haikal Sulaiman berdiri kembali di Yerusalem.

Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan ulah kaum Zionis yang hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah terbius dengan retorika dan racun Zionis sehingga tidak bisa bersikap kritis dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga meruntuhkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.
Dari sisi hukum internasional, upaya penghancuran Masjidil Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan Resolusi DK-PBB Nomor 242 dan beberapa resolusi lainnya, rezim Zionis Israel wajib melindungi masjid ini dan menuntut Zionis agar mundur dari seluruh wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Namun dalam tataran praktek, resolusi ini tidak dijalankan.
Menurut keyakinan Yahudi, jika Messiah sudah bertahta di atas singgasana Haikal Sulaiman, maka Messiah itu akan memimpin kaum Yahudi untuk memerangi siapa pun yang tidak mau tunduk pada The New World Order, yakni si Yahudi itu sendiri.

newer post

Islamnya umar (versi sebenarnya)

0 komentar

Umar gelisah tak bisa tidur malam itu. Ia kemudian keluar rumah. Purnama bersinar terang menerangi jalan-jalan kota Mekah yang sepi. Sejenak, Umar melihat seorang berjalan perlahan mendekati Ka'bah. Langkahnya begitu teratur, agak perlahan sebab jalan memang sedikit terjal. Orangnya berperawakan sedang, tidak tinggi, juga tidak pendek. Namun, berkesan ada kekuatan mengelilinginya. Umar segera tersadar, orang itulah yang sangat dibencinya. Orang yang telah membawa banyak problema bagi masyarakat Mekah akibat ajakannya pada Agama baru. Orang yang telah menantang tetuhanan yang telah mereka sembah sejak beberapa abad. Bahkan dengan gamblang orang tsb menyebut itu sebagai tuhan-tuhan palsu. Dan lebih lagi, ia justru mengajak pada Tuhan yang Satu. Orang yang telah memecah belah bangsa Quraish, memisahkan antara anak dan orang tua, menimbulkan perang antar saudara, penyebab bercerainya suami dan istri. Umar naik pitam. Tapi mencoba menahan diri. Ia berfikir, mestinya ada perhitungan dengan Muhammad, paling tidak agar da'wahnya berjalan tersendat.

Perjumpaan dengan Ummu Abdullah

Pagi sebelumnya, Umar berjumpa Ummu Abdullah, sepupunya sendiri. Ia mendapatinya sedang dalam persiapan hijrah ke Abisinia. Umar sempat berucap
"Engkau juga akan pergi?"
"Ya!", sahut Ummu Abdulah. "Umar! Engkau telah menyulitkan kehidupan kami", sambung Ummu Abdullah. "Satu-satunya celah menurutmu, hanya karena kami mempercayai Allah."
Umar terdiam, sebab ia sendiri tak punya alasan tepat untuk membenci sepupunya itu. Perasaan sedih juga merasut dalam dadanya, meyaksikan beberapa anggota klannya sediri meninggalkan Mekah. Tak sadar, Umar berucap menimpali kata-kata Ummu Abdullah
"Mudah-mudahan Tuhan bersamamu"

Maka sejak itulah Ummu Abdullah punya keyakinan bahwa, mungkin suatu ketika Umar akan menjadi seorang muslim. Disampaikannya harapan itu pada suaminya, Amier. "Ah...tak mungkin!", kata Amier. "Seluruh keturunan Khattab boleh saja menjadi muslim, tapi dengan Umar...rasanya sangat jauh. Hatinya lebih keras dari karang." Bagi Umar sendiri, percakapannya dengan Ummu Abdullah meninggalkan kesan cukup dalam. Ia tak menemukan legitimasi atas penyiksaan yang telah dilakukannya pada orang-orang muslim. Sesungguhnya Umar merasa bersalah. Tapi gengsi dan rasa sombong masih melekat dalam dadanya, karena itulah ia gelisah, tak bisa tidur.

Sampai akhirnya malam itu, mendapatkan Muhammad menghampiri Ka'bah. Umar masih dengan gumannya sendiri, sembari mengawasi bayangan Nabi.
"Bukankah orang ini biang kerok dari semua masalah? Penyebab kegoncangan keluarga dan membuat banyak orang-orang seperti tersihir?" Dan kali ini, Ia justru berjalan dengan tenanganya menuju Ka'bah, seolah-olah tak punya rasa takut. Umar semakin jengkel. Ia berkata-kata sendiri.
"Umar! Bukankah engkau orang yang paling berani sekota Mekah? Juga tidakkah Engkau membenci Islam? Terlebih pada orang yang menjadi sumbernya? Yang sekarang justru dengan tenangnya mendekati Ka'bah. Karena itu, buatlah perhitungan Umar!"
Umar, mengendap mengikuti arah Nabi. Kata-kata Ummu Abdullah kembali mengiang di telinganya.

Mengitip di Ka'bah

Begitu Umar melangkah memasuki Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW sudah berada di sana melaksanakan Shalat. Beliau menghadap ke Utara, arah Jerussalem. Sebenarnya Umar hingga saat itu belum pernah mendengar ayat-ayat Quran, yang menurut cerita orang-orang mengandung kekuatan. Hanya buruk sangka yang menyelemutinya selama ini. Tapi, rasa ingin tahu muncul juga dalam dadanya. Ia menarik tirai pada Ka'bah dan bersebunyi disitu.
"Kata-kata apa gerangan yang akan keluar dari mulutmu Muhammad? Bicaralah!" Gumamnya disertai gercikan gigi pertanda marah. Tiba-tiba, seperti jawaban, suara Nabi membedah keheningan malam. Beliau membaca Surah Al Haqqah. "Hari kepastian!". Apakah hari kepastian itu? Dan, apa yang boleh menyadarkan kamu tentang hari kepastian? (QS Al-Haqqah).

Umar maju selangkah, konsentrasi penuh, tak ingin tertinggal sepenggal kata pun. Tertegung oleh keindahan dan keagungan Alquran yang dibaca oleh Nabi. "Sungguh, kalimat-kalimat itu menakjubkan, ia mengandung kekuatan", sahutnya. Umar mencoba mengerti maknanya, lalu terbetik dalam pikirannya "Kedengarannya seperti syair, yah... syair yang punya kekuatan. Syair berkekuatan inilah yang telah menyesatkan orang-orang Quraish".

Umar yang terbawa oleh pikirannya sendiri kembali tersentak oleh suara Nabi yang melantunkan:
"Sesungguhnya Alquran itu adalah benar-benar wahyu yang diturunkan Allah kepada RasulNya yang mulia. Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya."

Umar terpana. "Apakah orang ini mampu membaca pikiran orang lain? Oh... jika demikian, maka ia adalah tukang tenung. Tukang tenunglah yang bisa tahu kata hati orang lain".

Kembali suara Nabi menghentak Umar. "Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ini adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Sekiranya Dia, Muhammad, mengadakan/menambah perkataan atas nama Kami. Niscaya benar-benar Kami beri tindakan sekeras-kerasnya, kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya". (QS 69:42-46).

Tak pernah sebelumnya Umar dihadapkan pada kondisi yang demikian krusial. Semua prasangka dan argumennya tak berdaya. "Jika Muhammad berbohong, jika Ia tak menerima wahyu dari Tuhan, maka Tuhannya pasti telah membinasaknnya", pikir Umar. Umar tak tahan lagi, Ia merasa kalah. Lemas, lalu membalikkan badannya parlahan kemudian pulang menyusuri padang pasir ke rumahnya.

Jalan-jalan kota Mekah yang semakin sepi menyertai perang yang sedang berkecamuk dalam benak dan hati Umar. Ia merasa kesal sekaligus memandang bahwa ketakbedayaannya menghadapi kekuatan Kalimat-kalimat Quran sebagai kelemahan baginya. Karenanya, Umar kembali marah. Akan tetapi Umar juga tahu dan sadar bahwa Muhammad adalah orang yang ikhlas, orang yang punya integritas, yang ajarannya jauh melampaui ajaran yang Umar pernah dengar sebelumnya. Umar memasuki rumahnya dengan pikiran yang berkecamuk.

Rumah Arqam

Kaum minoritas muslim yang sebagian besar penganut baru sering dianiaya. Mereka sulit melaksanakan ajaran agama secara terbuka, juga tak boleh shalat di Ka'bah. Sementara itu, markas Besar Rasul, dimana ia sering memberi pengajaran pada shahabatnya, berlokasi di sekitar bukit Shafa, di rumah Arqam. Orang-orang muslim mengunjungi tempat ini, belajar Alquran dan bahkan kadang-kadang nginap beberapa hari. Selain ditempa di Rumah Arqam oleh Rasul, orang-orang muslim saling mengujungi antar sesama. Rumah Rasul, tentu saja juga menjadi bagian yang sangat penting. Penganut senior mengajari penganut yang baru.

Suatu pagi di kediaman Rasul, suasana begitu mengharukan. Kabar sampai ke pihak mereka bahwa Abu Jahl, musuh besar islam yang lain, bersama Umar, sedang merencanakan rangkaian penganiayaan terhadap penganut Islam. Karena itu, sebagian yang hadir di rumah Rasul ketika itu hanya ada dua pilihan, yakni bersembunyi atau disiksa. Salah seorang di antara mereka berucap,
"Masalahnya tidak cukup jumlah kita untuk mengadakan perlawanan, lihatlah! Lagipula, beberapa di antara kita adalah bekas budak, dan sebagaian besar masih terlalu muda. Apa yang kita bisa lakukan melawan kaum Quraish yang besar? Sebenarnya kita butuh orang-orang kuat di antara kita."

Yang lain senyum sedih, tetapi setuju, mendengar ungkapan itu. Nabi yang berada di tengah mereka, perlahan menegadahkan tangan sambil berdoa, "Ya Allah, Tunjukilah kami dan Kuatkanlah Islam. Beri petunjuk Abu Jahl Ibnu Hisyam atau Umar Ibnu Khattab. Ya Allah, siapa pun dari keduanya yang Engkau cintai, tunjuki ia ke Islam. Semua yang hadir mendengar doa itu, dan menirukannya dalam hati. Seketika Rasul selesai berdoa, serentak terdengar ucapan, Aamin.

Kegoncangan Umar

Sementara itu, Umar kelihatan semakin galak. Apa yang disaksikannya di Ka'bah malam itu senantiasa lengket dalam benaknya, menghantuinya, hingga kadang-kadang menjagakannya dari tidur. Suatu malam, ia tak tahan lagi, puncak amarah menembus ubun-ubunnya. Ia memutuskan untuk segera saja menghabisi jiwa orang yang dianngapnya biang kerok. Segera ia mengambil pedang, menghunusnya, lalu keluar rumah. Sisa purnama masih ada. Orang-orang sepanjang jalan sulit untuk tidak mengenali Singa padang Pasir yang lagi geram ini. 

Tak lama kemudian, ia berpapasan dengan sepupunya Nu'aim ibnu Abdullah Annahm. Mata Nuaim hampir silau oleh pedang Umar yang mengkilat terhunus. Nu'aim yang agak gugup mencoba tetap diam. Tapi kemudian bertanya dengan lembut, "Hendak kemana Umar?" 
Umar yang di puncak amarah, setengah berteriak, 
"Kemana?... ha!! masih tanya juga! kemana lagi kalau bukan untuk menghabisi orang yang selama ini menjadi biang kerok, orang yang telah menghina agama nenek moyang Quraish serta merendahkan Tuhan-tuhan kita."

Nuaim diam. "Orang itu tak akan menghina lagi", sambung Umar sembari menebaskan pedangnya ke udara. Orang-orang yang rumahnya di pinggiran jalan hanya kuasa mengintip dari balik jendela. Sementara Nuaim kendati gugup punya keberanian menimpali,
"Siapa yang mengajarimu bahwa Kamu dapat membunuh Muhammad dengan mudah? Apa Kamu pikir, kalo berhasil membunuhnya lalu kamu bisa bebas begitu saja? Apa Kamu tidak sadar akan jumlah darah balasan yang akan dimintakan oleh pihak Banu Hasyim terhadap banu kita, banu Abi?" 

Keduanya, kelihatan sedang beradu argumen. "Aku tahu sekarang! Engkau juga sudah tersihir oleh Muhammad", balas Umar. 
"Mendekatlah ke sini, akan kuobati engkau dengan pedang ini", lanjut Umar. 
"Engkau tertipu", kata Nuaim menimpali. "Ternyata Engkau tak tahu bahwa saudaramu sendiri seorang muslim. Yah... Fatimah dan Suaminya, Said jauh lebih bijaksana dari pada Engkau. Mereka berdua tidak dungu untuk berpegang teguh pada ajaran jahilliyah begitu mereka mendengar kebenaran." 

"Bohong!", bantah Umar. Ia kemudian merubah arah jalannya, menuju rumah saudaranya itu. "Jika demikian, maka merekalah yang harus mampus lebih dulu", ketusnya. Jarak ke rumah Fatimah cukup jauh, karena itu amarah Umar sempat mereda sesampai di depan pintu. Ia mendengar penghuni rumah sedang membacakan Ayat-ayat Quran. Sejenak Umar berhenti. Lalu diketuknya pintu agak keras. Seisi rumah, Fatimah, suaminya Said dan Habbab, pembimbing mereka, berhenti membaca Quran. 
"Siapa di luar?", tanya Fatimah. 
"Umar ibnu Khattab!" 

Mendengar suara itu, Habbab gugup lalu menuju ke kamar, bersembunyi. 
"Cepat, sembunyikan rontal itu", bisik Said. Fatimah kemudian memasukkannya ke dalam gaungnya. Umar kembali mengetuk dengan ketukan yang lebih keras. Said membuka pintu, dan tampak olehnya Umar dengan pedang terhunus.
"Kalian sedang apa? Kamu pikir saya tak mendengarnya?", gertak Umar. 

"Tidak ada apa-apa", jawab Fatimah tenang. "Kami sedang ngobrol biasa. "Umar naik pitam, "Bohong! Pengecut!" katanya. "Saya tahu bahwa kamu ikut tersihir". Fatimah dan Said saling berpandangan. Lalu Said kemudian berujar, "Kini Umar telah tahu, tak ada yang patut disembunyikan. Tapi ketahuilah Umar, kebenaran itu bukan seperti yang Anda pahami". 

Ucapan ini keterlaluan bagi Umar. Ia marah, dan mencoba menyerang Said. Umar terlalu kuat, Said terjatuh. Menyaksikan itu, Fatimah menghentak Umar, dengan sekuat tenaga mencoba membela Suaminya, sekaligus saudara Muslimya. 

"Lepaskan Dia!" Merasa terhalangi, Umar menampar saudara perempuannya sendiri. Pipi Fatimah merah, tapi ia menantang Umar, "Hai musuh Allah!", katanya. "Engkau membenci kami hanya karena kami beriman?" "Benar", kata Umar. " Sekarang, lakukan apa saja yang kau mau", Suara Fatimah menyambar bagai petir. "Kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah. Engkau tak kuasa mengubah keyakinan kami. Apapun yang terjadi, kami tak akan pernah meninggalkan Islam. Umar terkesan mendengar keteguhan hati saudarinya itu, amarahnya seperti tersiram salju. Perlahan-lahan, Umar mereda. 

Kemudian dengan suara perlahan, ia berkata, "Baiklah Saudariku! perlihatkanlah padaku apa yang sedang kalian baca! Sekiranya ia mengadung kebenaran, apa salahnya engkau memberi tahu aku." 

Fatimah ragu, ia memandang suaminya. "Saya berjanji tak akan membuangnya", tambah Umar. "Akan Aku kembalikan", Umar meyakinkan. "Baiklah!", sahut Fatimah. "Tapi, basuh duluh wajahmu dengan air, Engkau tidak dalam kondisi membaca ayat suci". 

Umar kemudian menuju mengambil air, Habbab keluar dari kamar berbisik, 
"Bagaimana engkau percaya pada orang yang demikian keras dan kejam?" "Aku tahu karakter saudaraku", jawab Fatimah. Malah saya punya harapan besar bahwa Allah akan memberinya petunjuk. Habbab, meyaksikan Umar, kembali bersembunyi. Dengan doa dalam hati, Fatimah menyerahkan ayat Al-Quran itu pada saudaranya. 

Umar membaca:
"Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah. Dan Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang zhahir dan Yang Bathin; Dan Dia maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. Kepunyaan-Nya lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha mengetahui Segala isi hati. (QS Al-Hadiid 57:1-6)

Umar tertegun akan keagungan ayat-ayat suci itu. Segera ia insyaf akan kekeliruannya selama ini. Mata hatinya kini terbuka, tak mungkin ada Tuhan lain selain Allah. Muhammad kini diakuinya sebagai benar-benar Nabi. Kata yang pertama terucap baginya setelah membaca, 
"Cepat! Dimana Muhammad? Beri tahulah aku!" Ipar dan saudarinya berdiri. Habbab yang keluar dari persembunyian berbisik pada Said, "Apakah ini menunjukan bahwa Doa Nabi terkabul?" Said diam saja, sembari memberi kode pada Fatimah, untuk memberi tahu di mana Nabi. 

Pedang yang terhunus sejak awal disarungkan kembali oleh Umar. Ia kemudian menuju Rumah Arqam. Di dalam, Nabi dan para shahabat sedang duduk, Hamzah dan Talha berjaga di depan pintu. Umar mengetuk. "Siapa di luar?", tanya Talha. Umar memberi respons, dan seketika suasana terdiam. Melihat gelagat para shahabat seolah ketakutan, Hamzah berucap, "Kenapa takut? Mungkin ia datang dengan maksud baik, untuk memeluk islam. Kalau tidak, tak soal, kita dengan mudah bisa meringkusnya." 

Ia kemudian memberi isyarat pada Talha untuk membuka pintu. Umar melangkah masuk. Hamzah dan Talha memegang tangan Umar dan membawanya menuju Nabi. Tapi, Nabi meminta mereka berdua untuk membiarkan Umar. Umar tak melangkah lagi. Nabi mendekat, Beliau membisiki Umar meletakkan pedang. Umar tak kuasa menolak, ia pasrah, bahkan berkesan tak bergerak. Nabi lalu angkat bicara, "Umar! Tinggalkanlah perbuatan maksiat, sebelum murka Allah menimpamu. Umar, terimalah Islam. Allah, beri dia petunjuk." 

newer post

Misteri Ka’bah Pusat Planet Bumi

0 komentar

Istilah Ka’bah adalah bahasa Al-Quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-Quran menjelaskan istilah itu dengan “Ka’bain” yang berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah "ka’bah" yang artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.


Misteri Batu Hajar Aswad yang Menggegerkan NASA

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?"

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak  akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’Bah) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda : “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.”

Makkah Pusat Bumi

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978)

Gambar-gambar satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah saina di Barat.

Makkah atau Greenwich? Mengapa Makkah disebut Ummul Qura?

Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Mengapa Makkah disebut dalam Al Quran dengan istilah "Ummul Quro" (ibu atau induk dari kota-kota)? Mengapa juga, Allah swt menyebut daerah lain selain Makkah dengan kalimat "maa haulahaa" (negeri-negeri  sekelilingnya)?

Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut: "Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya." (asy-Syura: 7)

Bila ditilik secara bahasa saja, kata Umm yang artinya ibu adalah sosok yang menjadi sumber keturunan. Maka bila Makkah disebut sebagai Ummul Qura, artinya Makkah adalah sumber dari semua negeri lain.

Pertanyaan dan kajian seperti ini, sedikit sedikit kini mulai terjawab melalui berbagai penemuan ilmiyah. Sesungguhnya, tahapan eksperimen tentang hal ini, sudah dipublikasikan di tahun 1978, melalui keterangan Dr. Husain yang kala itu menjadi Kepala Bagian Ilmu Ukur Bumi di Universitas Riyadh, Saudi Arabiya. Hasil studi itu kemudian diterbitkan pula di berbagai majalah sains di Barat. Bersama rekan-rekannya, Dr. Husain menemukan bahwa ditilik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah), terbukti bahwa Makkah adalah adalah pusat bumi.

Lalu, tahun 2009, hasil penemuan ilmiyah itu kembali dipublikasikan dalam sebuah konferensi ilmiyah bertajuk "Makkah sebagai Pusat Bumi: Teori dan Praktik." Konferensi yang digelar di Dhoha, Qatar itu memperkuat hasil penemuan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Konferensi itu lalu menelurkan rekomendasi yang berisi ajakan agar umat Islam mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich, menjadi Makkah.

Banyak argumentasi ilmiah membuktikan wilayah nol bujur sangkar melalui kota Makkah dan tidak melewati Greenwich di Inggris. Makkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik magnetik di Kutub Utara. Kondisi ini tak dimiliki oleh kota-kota lain, bahkan Greenwich yang ditetapkan sebagai meridian nol.

Konon, Greenwich Mean Time (GMT) dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Dan jika penemuan ilmiyah bahwa Makkah sebagai pusat bumi diterapkan, mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat, sekaligus akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade lalu tentang rujukan waktu dunia.
Makkah adalah Pusat dari Lapisan-Lapisan Langit

Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, "Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat  menembusnya melainkan dengan kekuatan." (ar-Rahman:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi).
newer post

Kenaikan Nabi Isa as. dalam Pandangan Islam

0 komentar

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasul Allah bersabda, “Tidak ada seorang nabi pun (yang diutus langsung oleh Allah) antara aku dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela (ajaran) Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah (pajak). Allah akan menghapuskan semua ajaran di zamannya kecuali (ajaran) Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal (Antikristus) dan dia akan hidup di bumi selama 40 tahun dan kemudian dia meninggal, kaum yang berserah diri kepada Allah Yang Tunggal akan menyembahyangkan jenazahnya.” (Hadis Abu Daud)

Menurut pandangan Islam, setelah Isa Almasih (Yesus Kristus) lolos dari rencana pembunuhan oleh orang-orang Yahudi, lalu diangkat ke langit dan masih hidup hingga saat ini, akan turun kembali nanti menjelang Hari Penghakiman dan bertugas selama 40 tahun untuk menegakkan kebenaran ajaran Allah dan meluruskan berita Injil Kerajaan Sorga yang pernah diajarkannya, di antaranya meluruskan berita penyaliban, karena Isa, sang Juruselamat, selama misinya hingga terangkatnya ke langit, dipercayai sama sekali tidak pernah mengalami penyaliban seperti yang dilihat dan dituliskan oleh pengikutnya, juga akan membunuh babi yang telah dihalalkan oleh umat Kristen non-Yahudi (sekarang Kekristenan arus utama) berdasarkan penafsiran beberapa ayat Alkitab, di mana ia sendiri tidak pernah membatalkan hukum Taurat sedikit pun dan menghalalkan babi sejak Allah haramkan lewat kitab Taurat.

Sementara itu, menurut pandangan Kekristenan arus utama, setelah Yesus Kristus bangkit dari kematian dan menemui murid-muridnya selama 40 hari, Yesus terangkat ke sorga dan akan kembali ke bumi dengan cara yang sama seperti naiknya.
“Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1:11)
Sepintas ada kesamaan pandangan antara Islam dan Kekristenan perihal diangkatnya Isa ke langit (sorga) dan turunnya kembali ke bumi menjelang hari kiamat nanti, namun ada perbedaan sangat mendasar tentang hal tersebut yaitu belum atau sudah mati ketika ia diangkat. Menurut pandangan Islam arus utama Isa di angkat ke langit dalam keadaan sebelum mengalami mati, sementara, menurut pandangan Kristen arus utama Yesus diangkat ke sorga dalam keadaan setelah mengalami kematian.

Pandangan Islam, banyak kejadian-kejadian yang dianggap selaras dengan pandangan yang menyatakan bahwa Isa putra Maryam belum mengalami kematian ketika diangkat ke langit.
Pertama, dalam Alquran dinyatakan bahwa Isa diselamatkan dari rencana pembunuhan dan keinginan orang Yahudi untuk mempermalukan Isa yang mengaku Mesias:
“Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.” (Annisa 4:157)
“Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Annisa 4:158)

Kedua, banyak nubuat dalam hadis yang menginformasikan bahwa Isa putra Maryam (Maria) akan turun kembali ke bumi dan baru akan meninggal setelah bertugas selama 40 tahun. Menurut penafsiran kebanyakan muslim terhadap Alquran, jika Isa putra Maryam memang sudah mengalami kematian ketika diangkat ke langit, maka dianggap sangat logis bila ia dinubuatkan baru akan mengalami kematian nanti setelah turun ke bumi dan bertugas selama 40 tahun.
Menurut Islam arus utama, tidak mungkin Isa putra Maryam mengalami kematian dulu jika ia harus turun kembali menjelang hari kiamat untuk berdakwah membela ajaran Allah melalui Muhammad yang dinamai Islam, karena, bagi mereka, orang yang sudah mati tidak mungkin bisa berdakwah. Kalau orang yang sudah mati bisa berdakwah, tentu Muhammad yang lebih tepat daripada Isa, alasannya, Muhammad dipercaya sudah jauh lebih berhasil dalam menegakkan syariat Allah (hukum Allah) daripada Isa. Di samping itu, karena nabi Muhammad sebagai pembawa hukum terakhir, dan bukan Isa. Tetapi karena Muhammad sudah mati dan Isa masih hidup, maka Isa-lah yang ditakdirkan untuk membela ajaran sang Nabi yang dinantikan, Muhammad, di akhir zaman nanti.

Ketiga, Isa adalah nabi yang diutus kepada bangsa Israel yang disertai banyaknya mukjizat sejak pada masa penciptaannya hingga pada masa menjalankan misinya. Mukjizat-mukjizat yang diberikan oleh Allah kepadanya sangat nyata menunjukkan bahwa Isa putra Maryam adalah utusan Allah, namun sayang, hanya sedikit orang-orang Israel yang mau percaya kepadanya bahkan mereka berencana membunuh Isa, karena mereka tidak percaya dengan Isa walaupun dengan mukjizat-mukjizat yang luar biasa, maka Allah menyelamatkan Isa dengan mengangkatnya ke langit dan menjaganya tetap hidup hingga kini.
Turunnya Isa menjelang Hari Penghakiman nanti, juga merupakan mukjizat yang luar biasa bagi manusia, di mana Isa putra Maryam yang lahir ribuan tahun sebelumnya, ternyata masih hidup pada masa menjelang hari kiamat. Tentu saja hal tersebut akan menjadikan seseorang sulit untuk tidak memercayai kebenaran Isa putra Maryam. Sehingga ketika Isa menyampaikan kebenaran ajaran yang dibawa Muhammad, tidak seorangpun yang menolak temasuk orang-orang Yahudi yang dulu sombong:

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi bagi mereka. (Annisa 4:159)
Satu lagi, bagi umat Islam, ditakdirkannya Isa belum mengalami maut hingga saat ini, adalah untuk menjelaskan dan membuktikan bahwa dirinya tidak mati di kayu salib, sehingga orang-orang yang tidak percaya informasi Alquran yang menyatakan Isa tidak dibunuh dan tidak pula disalib akan langsung percaya. Selain itu, hal itu untuk menjelaskan bahwa Isa tidak pernah menyampaikan kepada manusia untuk menyembahnya dan mengakui dirinya sebagai pribadi lain dari Allah Yang Tunggal.

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku mengatakannya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,’ dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (Almaidah 5:117)
Seperti pandangan Kekristenan Restorasionis dan banyak teolog Kristen, menurut umat Islam, dalam Alkitab sendiri, tidak ditemukan ayat yang menyatakan Yesus mengaku sebagai Allah dan memerintahkan manusia untuk menyembah dirinya dalam kesetaraan dengan Allah.

newer post

Cara soekarno melawan amerika

0 komentar

Dinamika perpolitikan Indonesia di era perang dingin kurun waktu 1953-1963 pernah ditandai dengan aroma diplomasi cantik dan elegan, disertai dengan kebijakan para pemimpin yang tidak mau didikte dan tunduk pada Amerika. Meski saat itu negeri Indonesia baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, semangat nasionalisme dan kecerdikan para pemimpinnya menjadikan negara Indonesia disegani oleh Amerika, Uni Soviet dan negara-negara Sekutu.

Bagaimana tidak, di tengah perseteruan perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet, Indonesia, yang baru merdeka dalam hitungan belasan tahun, lewat kunjungan Soekarno ke Washington berhasil mendinginkan keadaan. Di sisi lain, melalui semangat nasionalisme yang tinggi dan kecerdikan diplomasinya, pemerintah Indonesia lewat diplomasi cantik dan ciamik Soekarno juga berhasil mempermainkan Amerika dan Uni Soviet dalam kasus pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda.

Dengan menggunakan kartu Uni soviet, Soekarno menerapkan kebijakan luar negeri dengan metode gertak sambal, yaitu menakut-nakuti Amerika bahwa militer Uni Soviet akan membantu Indonesia dan akan memporak-porandakan Belanda, negara sekutu Abadi Amerika di tanah penjajahan Papua.

Berkat diplomasi Bung karno, Amerika tak berkutik, John F Kennedy dengan sangat terpaksa memerintahkan Belanda untuk hengkang dari dan tanah Irian Barat. Papua kemudian bebas dari penjajahan dengan tanpa jatuh korban dan peperangan. Sebuah permainan diplomasi cantik diperagakan oleh pemimpin Indonesia, dengan spirit nasionalisme yang tinggi dan sikap pemerintahan yang independen.

Landasan kepemimpinan Soekarno dibangun atas dasar nasionalisme, Islam dan Marxisme. Nasionalisme yang tumbuh dalam dirinya telah menanamkan rasa persatuan dan cinta Tanah Air sekaligus menjadikan dirinya menjadi proklamator dan presiden pertama Indonesia, sementara ideologi Marxisme yang dikembangkannya membuat dirinya memiliki hubungan dekat dengan Uni Soviet dan menanamkan jiwa anti hegemoni dan imperialisme Barat.

Bersama pemerintahan Soekarno, kebijakan luar negeri Indonesia sangat disegani asing. Salah satu kebijakan luar negeri yang indah dan luar biasa dalam dinamika politik Indonesia di era pemerintahan Soekarno adalah peristiwa pembebasan tanah Papua dari penjajahan Belanda.

Pada masa itu, Soekarno memanfaatkan Uni Soviet yang saat itu sedang berseteru dengan Amerika, pada saat bersamaan posisi negara Belanda menjadi bagian dari Sekutu bersama Amerika dan Eropa. Soekarno melalui kekuatan diplomasinya membujuk Uni Soviet untuk membantu secara militer mengusir Belanda dari tanah Papua, dan keberhasilan diplomasi Soekarno ini disampaikan ke Pihak Amerika. Amerika yang saat itu tidak tega melihat sekutu abadinya luluh lantak oleh militer Uni Soviet, lalu memerintahkan Belanda untuk mundur dari pendudukannya di tanah Irian.

Proses diplomasi yang membuat Amerika gigit jari tersebut berlangsung demikian. Subandrio wakil perdana menteri yang pernah menjabat duta besar Moskow, diperintah olah Soekarno untuk meminta bantuan militer kepada pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushehev, agar mengusir Belanda dari tanah Papua. Keberhasilan Subandrio melobi Nikita Khrushehev kemudian disampaikan oleh Soekarno kepada Howard P Jones, duta besar Amerika di Indonesia. Informasi tersebut membuat John F Kennedy yang saat itu sedang menjabat sebagai presiden Amerika kalang kabut, karena Kennedy tidak mau melihat Belanda porak-poranda dan babak belur akibat serangan militer Uni Soviet, ia memaksa Belanda untuk kabur dan hengkang dari tanah Papua. Tanah Papua pun bebas dari penjajahan Belanda dengan tanpa korban dan biaya pengeluaran untuk militer, dan militer Uni Soviet pulang tanpa menembakkan sebutir peluru pun karena Belanda sudah hengkang saat kapal perang Uni Soviet sampai di perairan Indonesia.

Keberhasilan Soekarno mempecundangi Amerika tidak hanya dalam kasus pembebasan tanah Irian, pemerintahan di masa Soekarno juga berhasil menangkap basah penyusupan CIA di Maluku pada tahun 1958, yang menyamar sebagai pilot, dan kemudian diadili secara tertutup. Padahal Amerika saat itu mendanai pemberontakan pemerintahan revolusioner Republik Indonesia dan perjuangan Semesta di Maluku.

Pencapaian negara Indonesia di era Soekarno ini seakan menunujukkan bahwa negara Indonesia pernah menjadi negara yang memiliki kekuatan diplomasi yang cantik, dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dan tidak pernah mau tunduk dan didikte oleh negara super power Amerika. Salah satu bukti nyata lain adalah dinamika politik Indonesia pada tahun 1948 ditandai dengan deklarasi politik bebas aktif, melawan Malaysia pada tahun 1963, dan keluar dari keanggotaan PBB pada tahun 1965.

Lewat buku ini rasanya Baskara ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan Indonesia beberapa puluh tahun yang lalu pernah memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan dengan gagah berani menentang hegemoni pihak asing. Sayangnya ruh kepemimpinan ala Soekarno ini tidak lagi kelihatan di masa sekarang, dan hanya tinggal kenangan.

Hal ini dibuktikan, bahwa praktis pasca presiden Soekarno, Indonesia berada dalam cengkeraman asing (Amerika), pemerintahan Orde Baru berada di bawah kendali Amerika, melalui lembaga-lembaga internasional-nya seperti IMF, Bank Dunia, USAID. Orde Baru mewarisi kebijakan buruk dan berlanjut hingga sekarang, tak heran jika Indonesia di masa Orde Baru pernah dijuluki sebagai negara gagal atau failed state akibat strategi kebijakannya yang selalu tunduk pada Mafia Berkeley, dan Indonesia hanya menjadi negara kepanjangan tangan dari kepentingan global Mafia Berkeley lewat “Washington konsensus”.
newer post

Hikmah dibalik Kisah Nabi Musa dan Perempuan Pezina (Jangan tinggalkan Shalatmu)

0 komentar


Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita muda berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang cantik, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan- pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”.
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia Berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”

“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut.
“Saya takut mengatakannya.”jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina”. Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun…lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya… cekik lehernya sampai… tewas,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.

Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”… teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan.Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa

Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”

“Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.”Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.

Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

Demikianlah kisah Nabi Musa as dan wanita penzina, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban shalat dengan istiqomah. Amiin
newer post
0 komentar
newer post

Count St. Germain yang misterius

0 komentar
Di tengah-tengah berkembangnya filsafat dan seni di Eropa pada tahun 1700an, muncul seorang pria misterius yang dipercaya mengetahui segalanya dan tidak pernah mati.

Pria tersebut adalah Comte de saint Germain atau Count St.Germain. Banyak legenda yang tercipta di sekeliling kehidupannya. Ada yang percaya kalau ia adalah manusia abadi yang telah berusia 2.000 tahun dan bahkan mengenal Yesus secara pribadi. Ada yang mengatakan kalau ia adalah reinkarnasi dari orang-orang besar seperti Plato atau Hesiod. Ada lagi yang percaya kalau ia adalah orang yang sama dengan Merlin, sang penyihir penasehat raja Arthur, dan banyak lagi.

Hanya sedikit yang bisa diketahui dari kehidupan St.Germain. Sebagian orang menyebutnya sebagai keturunan Yahudi Alsatian, Yahudi Portugis atau bahkan keturunan raja Portugis. Ia fasih dalam berbagai profesi yang dijalaninya: petualang, penemu, herbalis, alkemis, pianis, pemain biola dan komposer.

Ia memiliki banyak permata dan emas yang dibawanya kemana-mana. Dalam satu kesempatan, ia mengatakan kalau ia memiliki kemampuan untuk mengubah logam dasar menjadi emas dan mampu mengubah beberapa permata kecil menjadi satu permata yang lebih besar. Bukan hanya itu, ia bahkan juga mengklaim mampu mengubah batu biasa menjadi berlian.

Figurnya yang misterius membuatnya mendapatkan tempat yang begitu mulia di kalangan para penganut okultisme seperti Teosofi yang menjulukinya Master Rakoczi atau Master R yang merupakan salah satu dari para Master kebijakan kuno yang hidup abadi dan dipercaya memiliki kekuatan seperti dewa.

Ia pertama kali muncul ke publik pada tahun 1743 di London dan kemudian di Edinburgh pada tahun 1745 dimana kemudian ia ditangkap karena diduga sebagai mata-mata. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui asal-usul atau keberadaannya sebelum tahun 1743. Ini membuat spekulasi mengenai identitasnya terus berkembang.

Horace Walpole, seorang penulis Inggris kenamaan yang kemudian menjadi temannya, menyinggungnya dalam sebuah surat yang ditulis pada tahun 1745:
"Pada hari itu, mereka menangkap seorang pria aneh bernama Count St.Germain. Ia sudah ada di kota itu selama dua tahun dan ia menolak untuk mengatakan siapa dia sebenarnya dan darimana dia berasal. Namun, ia mengakui kalau nama itu bukan nama aslinya. Ia juga bisa menyanyi dan bermain biola dengan sangat baik."
Ketika diadili, pengadilan tidak bisa menemukan bukti kalau ia adalah seorang mata-mata sehingga ia dilepaskan. Segera setelah itu, ia mendapatkan reputasi sebagai pemain biola yang hebat yang menjalani kehidupan seperti pertapa yang selibat (Tidak menikah).

Pada tahun 1746, ia menghilang dari publik begitu saja.


Count St.Germain - lukisan tahun 1745

12 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1758, ia muncul kembali di Versailles, Perancis. Pada tahun-tahun itu, ia berhasil masuk ke lingkungan istana dan menjadi teman dekat raja Louis XV. Ia juga sering memberikan nasihat mengenai pola makan yang sehat dan kadang memberikan ramuan awet muda kepada keluarga kerajaan. Konon ia mendapatkan pengaruhnya di hadapan raja Louis XV karena pernah mengubah beberapa batu permata kecil menjadi satu permata besar yang kemudian membuat nilainya bertambah.

Kepada beberapa orang yang mengenalnya, ia mengaku telah berusia ratusan tahun walaupun secara fisik ia masih terlihat seperti seorang pria berusia 40 tahun. Di Perancis, juga terungkap kalau ia menguasai banyak bahasa dan memiliki pengetahuan yang sangat luas mengenai sejarah. Pengaruh yang diciptakannya di Perancis cukup besar sehingga filsuf besar Voltaire pernah mengatakan kalau Count St.Germain adalah "pria yang tahu segalanya dan tidak pernah mati."

Tahun 1760, ia meninggalkan Perancis menuju Inggris karena salah seorang pejabat kerajaan Perancis bernama Duke of Choiseul yang iri melihat kedekatannya dengan raja memerintahkan penangkapannya dengan tuduhan penipuan.

Dari Inggris, ia pergi ke Rusia dan berdiam sementara di St.Petersburg. Kebetulan, pada saat yang sama, militer Rusia melakukan kudeta terhadap raja dan menempatkan Catherine the Great sebagai ratu. Ini membuat banyak orang percaya kalau St.Germain sebenarnya memiliki andil dalam peristiwa itu.

Tahun berikutnya, ia muncul di Belgia, membeli sebidang tanah dan hidup dengan nama alias "Surmont". Kemudian, ia menawarkan metode pewarnaan kain dan ramuan minyaknya kepada pihak kerajaan. Dalam proses penawaran ini, ia bertemu dengan salah seorang menteri Belgia bernama Karl Cobenz.

Kepada Cobenz, Count mengungkapkan kalau ia adalah seorang keturunan raja. Belakangan, Cobenz mengaku kalau ia telah melihat count mengubah segumpal logam menjadi emas. Ini cukup menarik karena seorang menteri kerajaan tidak biasa mengucapkan sesuatu yang bohong.

Cassanova yang termashyur juga pernah melihat Count mengubah logam menjadi emas. Suatu hari, ia mengunjungi laboratorium Count dan memberikannya sebuah koin logam biasa. Tidak lama kemudian, ia melihat koin logam itu telah berubah menjadi emas.

Sekarang, orang mulai mengenalnya sebagai seorang alkemis yang juga keturunan raja. Namun, segala sesuatu mengenai pria ini masih kabur dan misterius.

Lalu, ia menghilang kembali selama 11 tahun.

Tahun 1774, ia muncul kembali di Bavaria dengan menggunakan gelar Count of Tsarogy. Di sini ia berjumpa dengan salah satu bangsawan Bavaria bernama Freherr Reinhard Gemmingen.

Dua tahun kemudian ia muncul di Jerman dan menyebut dirinya sebagai Count Welldone dan sekali lagi menawarkan resep-resep kosmetik, anggur, minuman, pengobatan tulang, kertas dan gading kepada kerajaan.

Di hadapan raja Frederick, ia mengaku sebagai anggota Freemasonry dan mengaku memiliki kemampuan mengubah logam menjadi emas. Ia diberi tempat tinggal di kediaman pangeran Karl yang juga anggota Freemasonry dan di tempat itu ia mempelajari obat-obatan herbal untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Ia tinggal di tempat ini hingga tahun yang secara resmi dianggap sebagai tahun kematiannya.

Walaupun telah dikenal di banyak kalangan, kehidupan Count masih diselubungi oleh misteri.

Pernah suatu hari, Count berkata kepada sekumpulan teman-temannya: "Siapa di antara kalian yang pernah melihat saya makan?"

Tidak ada satupun yang mengangkat tangan. Mereka memang sering melihat Count duduk di meja makan bersama teman-temannya, namun mereka mengakui kalau Count tidak pernah menyentuh makanan yang tersaji.

Orang-orang disekelilingnya menjadi semakin yakin kalau Count telah menemukan rahasia Elixir of Life. Kepada mereka, Count juga sering mengatakan kalau ia telah berumur ratusan tahun dan pernah tinggal di masa Kaldea kuno dan mengetahui rahasia para master dari Mesir.

Dalam kesempatan yang lain, Count sedang duduk di sebuah meja bersama teman-temannya sambil menceritakan sejarah dunia ratusan tahun yang lampau. Untuk sesaat, ia terdiam, lalu menoleh kepada pelayannya sambil bertanya: "Adakah yang saya lewatkan?"

Tanpa diduga, pelayan itu berkata: "Tuan, anda lupa kalau saya baru tinggal bersama anda selama 500 tahun sehingga saya tidak hadir pada saat peristiwa itu. Mungkin pendahulu saya yang mengetahuinya."

Setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan yang luar biasa di Jerman, sebuah kejadian tak terduga terjadi pada tahun 1784.

Pada tanggal 27 Februari 1784, Count St.Germain sedang berada di kastilnya di Eckenform ketika ia disebut menderita pneumonia dan meninggal dunia. Kematiannya disaksikan secara langsung oleh dokter yang merawatnya.

Reputasinya yang dikenal sebagai seorang alkemis membuat banyak orang menyangsikan kalau Count sudah meninggal karena di Eckenform sendiri tidak pernah ditemukan satupun batu nisan bertuliskan namanya.

Mungkin ada benarnya juga kalau tahun itu count belum meninggal karena ada sebuah dokumen resmi Freemasonry yang menyebutkan kalau pada tahun 1785, Freemasonry cabang Perancis telah memilih dia sebagai perwakilan mereka di sebuah konvensi yang diadakan pada tahun itu bersama dengan Mesmer, Saint-Martin dan Cagliostro (yang juga dipercaya sebagai alkemis dan hidup abadi).


Count St.Germain - Lukisan tahun 1784

Tidak sampai disitu, pada tahun 1789, St.Germain disebut muncul di istana Rusia dan disambut sang ratu sendiri. Lalu pada tahun 1789, 5 tahun setelah kematiannya, Comtesse d'Adhemar mengaku berjumpa dengannya dan mengalami percakapan yang cukup panjang di Gereja Recollets.

Pada Comtesse, ia memberikan ramalannya kalau ratu Marie Antoinette akan tewas dengan mengenaskan dan keluarga kerajaan akan hancur berantakan. Setelah itu berkata kalau ia akan pergi ke Swedia untuk menyelidiki raja Gustavius III dan mencoba untuk mencegah terjadinya sebuah kejahatan besar.

Menurut Sang Comtesse, wajah dan penampilan St.Germain terlihat seperti seorang yang baru berusia 30 tahun lebih.

Lalu, pada tahun 1790, Franz Graeffer, seorang temannya yang berkebangsaan Austria mengaku menerima sebuah surat dari Count yang berbunyi:
"Besok malam, aku akan pergi lagi. Aku dibutuhkan di Konstantinopel, lalu aku akan ke Inggris untuk mempersiapkan dua penemuan yang akan kalian miliki di abad berikutnya, yaitu kereta api dan kapal uap. Pada akhir abad ini, aku akan menghilang dari Eropa dan pergi menyepi ke Himalaya. Aku akan berisitirahat, aku harus beristirahat."
Tidak ada yang tahu pasti kemana ia pergi pada tahun berikutnya. Kemunculannya yang berikutnya diketahui dari catatan Comtesse d'Adhemar yang sebelumnya telah berjumpa dengannya pada tahun 1789.

Pada tahun 1821, Comtesse d'Adhemar menulis:
"Setiap kali aku melihatnya, aku selalu takjub. Aku berjumpa dengannya ketika ratu dibunuh pada tanggal 18 di Brumaire dan aku kembali berjumpa dengannya satu hari setelah kematian duke of d'Enghien pada Januari 1815 dan juga sekali lagi pada malam kematian Duke de Berry."
Pada tahun 1821 itu, Mademoiselle de Genlis juga mengaku berjumpa dengan St.Germain selama negosiasi di Winna. Kesaksian ini diteguhkan oleh Comte de Chalons.

Apakah benar St.Germain masih hidup pada tahun itu?

Banyak orang yang mempercayai hal itu.

Pada tahun setelah tahun 1821, seorang penulis Inggris bernama Albert Vandam mengatakan kalau ia pernah berjumpa dengan seorang pria misterius yang mirip dengan Comte de Saint Germain.
"Ia menyebut dirinya Mayor Fraser. Ia hidup sendiri dan kaya raya. Ia juga memiliki pengetahuan luas mengenai Eropa dan dalam beberapa kesempatan, ia berkata kalau ia mengenal Nero dan telah berbicara dengan Dante."
Sama seperti St.Germain, Mayor Fraser juga terlihat seperti seorang pria berusia 40 tahun dan menghilang begitu saja pada tahun-tahun berikutnya. Menariknya, pada tahun 1820, seseorang bernama Mayor Fraser menerbitkan sebuah buku yang menceritakan mengenai perjalanannya ke Himalaya dimana ia berhasil mencapai Gangotri, yaitu sumber paling suci dari sungai Ganga dan mandi di sana. Ini sesuai dengan surat Count yang ditulis untuk sahabatnya. Jadi, banyak yang percaya kalau Mayor Fraser sesungguhnya adalah Count sendiri.

Pada tahun 1835, Count disebut muncul lagi di Paris, lalu di Milan tahun 1867 dan di Mesir pada tahun-tahun berikutnya. Napoleon bahkan disebut pernah bertemu dengan dirinya dan masih menyimpan catatan mengenainya.

Setelah itu, salah seorang pemimpin Teosofi bernama Annie Besant mengklaim kalau ia bertemu St.Germain pada tahun 1896 dimana sang guru mengajarkan kepadanya berbagai hikmat.

Anggota Teosofi lainnya bernama CW.Leadbeater juga mengklaim bertemu dengan St.Germain di Roma tahun 1926. Leadbeater mengatakan kalau saat itu, St Germain menunjukkan kepadanya sebuah jubah yang pernah dipakai salah seorang kaisar romawi.

Anggota Teosofi lainnya bernama Guy ballard juga mengaku pernah berjumpa dengan Count. Namun, kesaksiannya kali ini sedikit berbeda karena Ballard mengklaim kalau Count memperkenalkannya dengan para pengunjung dari Venus. Ballard bahkan menulis sebuah buku mengenai hal ini.

Jika melihat dari kehidupannya, maka sebenarnya tidak ada yang aneh dari Count St.Germain. Ia mungkin memang keturunan raja yang memiliki banyak keahlian, suka menghilang selama beberapa tahun dan memiliki kharisma yang luar biasa. Satu-satunya misteri yang ada padanya hanyalah rumor yang menyebutkan kalau ia adalah seorang alkemis yang mampu mengobah logam dasar menjadi emas (Philosopher's Stone) dan telah menemukan rahasia umur panjang (elixir of life).

Annie Besant pernah mengadakan penyelidikan mengenainya dan ia percaya kalau St.Germain adalah anak dari pangeran Transylvania bernama Francis Racoczi yang diasingkan oleh kerajaan. Pendapat ini dikonfirmasikan oleh fakta kalau salah satu dari anak-anak pangeran Racoczi yang dibesarkan oleh pihak keluarga kerajaan Austria pergi meninggalkan kerajaan Austria. Penulis lain bernama Raymond Bernard percaya kalau Count sebenarnya adalah Francis Bacon yang juga dipercayainya sebagai tokoh yang menulis dengan menggunakan nama Shakespeare.

Tapi, tetap saja tidak ada yang aneh dengan hal itu.

Beberapa peneliti yang skeptis percaya kalau legenda Count terlalu dibesar-besarkan. Rumor-rumor mengenai kehebatannya bisa saja tersebar akibat isu yang dihembuskan banyak orang yang mengenalnya.

Misalnya, tidak berapa lama setelah tahun kematiannya, seorang komedian Inggris bernama Milord Gower mulai menirukan karakter Count dalam aksi panggungnya. Tidak bisa disangkal kalau ia lebih menekankan pada sisi satir dibanding fakta, misalnya dengan mengatakan kalau Count adalah seorang alkemis yang hidup abadi dan bahkan mengenal Yesus.

Rumor seperti ini mungkin telah menyebabkan pengkultusan terhadap pribadi Count. Pengkultusan ini kemudian dinyalakan kembali oleh kaum esoterik yang anggota-anggotanya menulis banyak buku mengenai pria ini. Namun, sama seperti tokoh misterius lainnya di dalam sejarah, kita mungkin tidak akan pernah bisa memastikan identitasnya, entahkah ia seorang penipu, mata-mata, pesulap atau benar-benar seorang alkemis yang telah menemukan rahasia Elixir of Life.

 
newer post
newer post Home